Harmoni yang merdu

 
Smart Touching The Human Wisdom‎​ (Peter MBA) :

Seorang tua yang tak berpendidikan untuk pertama kali mengunjungi anaknya di kota besar yang modern. Suatu ketika ia dibawa mengelilingi kota, ia mendengar suara yang bising yang membuat telinganya tidak nyaman, lalu ia mencari cari sumber kebisingan itu dan ternyata ia melihat anak anak yang sedang belajar bermain biola.

Sejak saat itu ia berharap untuk tidak mendengar suara benda yang mengerikan itu. Lalu ia pun pergi dan mendengar lagi suara tapi suara kali ini cukup indah didengar di telinganya, lalu ia mencari lagi sumber suara itu dan ternyata ada seorang maestro yang sedang memainkan sebuah biola, saat itu orang tua itupun sadar akan kekeliruannya, yang salah bukanlah biolanya tetapi orang yang memainkannya itulah yang memegang peranan. Seperti halnya Agama, ketika seseorang berbuat jahat, bukan agama yang dianut yangg salah tapi diri orang itulah yangg salah.

Esok harinya orang tua itu mendengar lagi suara merdu melebihi suara sang maestro dan ternyata itu adalah sebuah orkestra besar dengan bermacam-macam alat musik dengan orang-orang yang berbeda-beda yang memainkan sebuah simfoni yang indah....

Itulah Agama yang sebenarnya, semua bertujuan untuk menciptakan sebuah keindahan dalam hidup.

Marilah kita menjadi maestro cinta kasih di dalam agama masing-masing, saling menghargai, bermain dan belajar seperti halnya orkestra bersama-sama dengan penganut lain dalam menciptakan sebuah HARMONI yang merdu....



Liman

KESABARAN

 

Saya ini sulit bersabar.
Saya pemarah berat.
Kayaknya tidak mungkin bisa bersabar.
Bagaimana ini, Pak?

 Begini, seandainya Anda sedang duduk di warung, tiba-tiba ada orang menumpahkan kopi panas ke pangkuan Anda, apakah Anda marah & memukulnya?

Ya.


Akan bersabar?

Tidak!


Kalau dia datang dengan 18 rekannya yang berambut cepak alias bodyguard?!

Ya, saya terpaksa bersabar.


Jadi, kesabaran itu bukan sifat,
tapi keputusan.


Kesabaran bukanlah sifat,
tapi sebuah akibat.


Jika Anda sepenuhnya menyadari kerugian yang bisa disebabkan oleh reaksi yang ceroboh dan berlebihan dalam kemarahan, Anda bisa menjadi berhati-hati dalam bereaksi terhadap apapun yang membuat Anda merasa marah.


Kehati-hatian dalam bereaksi terhadap yang membuat Anda marah itulah yang menjadikan Anda tampil sabar.


Sabar adalah biaya kebahagiaan.
Jika Anda ingin hidup berlimpah kebahagiaan, belajarlah bersabar, terutama dalam lingkungan keluarga & sekitar Anda.


Awasilah mulutku, ya TUHAN berjagalah pada pintu bibirku - Mazmur 141:3

Hari ini kita mau belajar agar setiap perkataan yang keluar adalah perkataan yang baik dan tidak melukai orang lain.

Biarlah perkataan kita dapat menjadi berkat baik bagi diri sendiri dan terutama bagi orang lain.


"Ayo mulai saat ini mulutmu bukan lagi harimaumu, tapi mulutmu adalah berkatmu"


Manusia yang hebat adalah manusia yang bisa megendalikan diri disaat dikuasai amarah, tenang di saat di permalukan, tersenyum di saat di remehkan, bersabar disaat menemui cobaan, dan bersyukur untuk semua yang di milikinya.

‎​
 Always eager to achieve happiness in life together in peace


Hadi Poernomo

Don't judge a book by its cover

Cerita ini diadopsi dan dimodifikasi dari Buku Stephen R. Covey. 'Seven Habits of Highly Effective People'.
Dalam suatu perjalanan, kereta api memperlambat lajunya dan berhenti di suatu stasiun.
Naiklah seorang ibu dengan 2 anaknya yang masih kecil-kecil ke dalam salah satu gerbong.

Penumpang sudah cukup padat. Beruntung sang ibu dan kedua anaknya bisa mendapatkan tempat duduk.

Awalnya kedua anak kecil itu duduk tenang.
Tak lama kemudian,
mereka mulai berlarian sambil berteriak-teriak.

Mereka juga naik ke tempat duduk,menarik bacaan para penumpang.
Keduanya membuat suasana jadi gaduh dan tidak nyaman.

Setelah cukup lama menahan diri, seorang bapak yang duduk di sebelah sang ibu menegur, "Kenapa anda membiarkan saja kedua anak anda membuat ribut dan mengganggu seisi gerbong?"

Seakan baru tersadar,
sang ibu menjawab perlahan, "Saya masih bingung bagaimana menjelaskan kepada mereka begitu kami sampai di RS untuk menjemput jenasah ayahnya."

Ternyata sang ibu mendapat pemberitahuan bahwa suaminya sudah menjadi jasad di RS karena meninggal dalam kecelakaan.
Dia sekarang dalam perjalanan dengan anak-anaknya ke RS.

Seketika si bapak yang bertanya terdiam. Segera dari mulut ke kuping tersebar informasi tersebut dan
semua penumpang yang tadinya merasa terganggu, berganti iba dan simpati.

Alih-alih marah kepada anak-anak yang gaduh dan ibunya yang terlihat cuek, sebagian penumpang malah mulai ikut bermain dan bercanda dengan kedua anak itu.

Setelah mengetahui lengkap/persis apa yang terjadi, reaksi penumpang berbalik 180 derajat.

Demikianlah dalam kehidupan. Mengetahui lengkap dibanding hanya sebagian, sangat mungkin membuat perbedaan respon seseorang terhadap suatu masalah/kejadian.

Di saat anda mau marah,
jika memungkinkan,
cobalah tahan sejenak dan cari tahu lebih banyak.
Dengan tambahan informasi, mungkin kemarahan anda jadi batal sehingga tidak muncul penyesalan kemudian.

Don't judge a book by its cover...

Harimau dan Prajurit

Alkisah, di sebuah kerajaan, sang raja mempunyai kegemaran yang tidak lazim, yakni mengukur kekuatan prajuritnya dengan cara mengadu mereka di arena aduan dengan binatang buas yang kelaparan. Banyak tentara yang mati sia-sia karena kesenangan yang mengerikan dari raja mereka. Tetapi, tidak ada seorang pun yang berani menentangnya. Karena, menentang perintah raja berarti mati! Maka setiap kali hari aduan tiba, pasti akan ada korban meninggal di sana.

Suatu ketika, hari aduan kembali tiba. Telah disiapkan seorang prajurit dan seekor harimau yang sedang kelaparan. Dari kejauhan, terdengar suara raungan marah dan kelaparan si harimau sehingga membuat siapa pun yang mendengar menjadi ciut nyalinya, apalagi si prajurit yang akan diadu. Sang prajurit pun hanya bisa berusaha mempersiapkan dirinya sebaik mungkin agar ia tak sekadar jadi mangsa empuk si harimau lapar.

Setelah sang raja duduk di tempatnya, si prajurit pun melangkah memasuki arena aduan dengan kepasrahan sembari berdoa, siapa tahu keberuntungan memihaknya hingga tak perlu meregang nyawa. Tak berapa lama, pintu kandang harimau pun dibuka. Segera si harimau mengaum sambil melangkahkan kakinya masuk ke arena dengan sikap waspada.

Beberapa saat, aroma ketegangan pun menghiasi suasana. Si prajurit segera menyiapkan diri untuk mempertahankan diri dari serangan harimau. Namun, sebuah keanehan terjadi. Harimau yang terlihat ganas bukannya segera menyerang dan siap memakan mangsanya, tetapi dia malah berputar mengendus-endus mengitari si prajurit tanpa menunjukkan sikap bermusuhan sama sekali.

Anehnya lagi, harimau justru berusaha mendekat ke prajurit yang tadi sudah siap melawan harimau. Prajurit makin terheran dengan tindakan harimau yang lantas menjulurkan lidahnya dan menjilat kaki si prajurit tanpa bermaksud menyakiti sedikit pun. Arena aduan pun menjadi heboh.

Raja segera memerintahkan membawa si prajurit ke hadapannya. "Hai prajurit! Apa yang telah kamu lakukan kepada harimau kelaparan itu sehingga dia tidak melahapmu, malah seakan dia tunduk dan menghormatimu? Ilmu apa gerangan yang kamu pakai? Segera beritahu rajamu ini," perintah sang raja.

"Ampun baginda. Hamba juga tidak mengerti apa yang terjadi. Hamba hanya pasrah sembari bersiap menghadapi kemungkinan terburuk yang terjadi. Tetapi, setelah melihat harimau yang tiba-tiba mendekati tanpa terlihat ingin menyerang, hamba juga segera menghentikan niat hamba mempertahankan diri.

Saat itu, kemudian hamba teringat sebuah peristiwa. Dahulu sekali, hamba pernah menyelamatkan dan mengobati seekor harimau kecil yang sedang diburu dan terluka. Dan sangat mungkin, harimau kecil itu adalah harimau yang sama yang ada di arena tadi. Kebaikan masa lalu yang telah hamba perbuat dan tidak pernah hamba ingat, ternyata telah menyelamatkan hidup hamba hari ini."


Pembaca yang luar biasa,

Kisah di atas adalah gambaran nyata dari pepatah "kita menuai apa yang kita tanam." Dan, meski cerita tadi sulit dipercaya, tetapi peristiwa semacam itu bisa terjadi di kehidupan nyata. Semua hal tersebut berhubungan dengan hukum universal tentang sebab akibat. Walaupun kita telah lupa pernah berbuat baik kepada orang lain, tetapi hukum Tuhan tidak akan lupa. Kita pasti akan menerima kebaikan-kebaikan yang sepadan, bahkan melebihi apa yang pernah kita lakukan.

Begitu juga sebaliknya. Kita boleh saja lupa pernah berbuat jahat pada orang lain. Namun, bila saatnya telah tiba, kita pasti akan menerima ganjaran yang setimpal dengan perbuatan kita. Hal tersebut sejalan dengan keyakinan dan ajaran yang harus kita praktikkan, yaitu menjauhkan diri dari berbuat kejahatan yang merugikan orang lain dan selalu berbuat baik dan membantu sesama makhluk.

Untuk itu, mari terus menanamkan benih kebaikan di setiap kesempatan yang ada, baik pada lingkungan terdekat kita maupun pada sesama. Niscaya, kita akan mampu menjalani hidup dengan penuh kedamaian, kebahagiaan, dan keharmonisan.


Penulis : Andrie Wongso

SELAMATKAN SIAPA?

Sebuah perusahaan yang sedang mencari karyawan, hanya memberikan satu kasus untuk testing.

"Bila Anda mengendarai motor di tengah malam gelap gulita dan hujan lebat di daerah yang penduduknya sedang diungsikan karena rawan banjir.

Anda melihat 3 orang sedang menunggu kembalinya Bis yang barusan mengangkut penduduk ke kota terdekat. Hanya ada 1 bis itu saja.

Ada nenek tua sekarat, dokter yang pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya dan seseorang idaman yang diam-diam selama ini Anda cintai.

Motor Anda hanya bisa membonceng 1 orang saja. Siapakah yang akan Anda ajak? Jelaskan!"

Anda mungkin menolong nenek itu dulu karena jika tak segera ditolong akan meninggal. Namun kalo dipikir-pikir orang yang sudah tua memang sudah mendekati ajalnya.

Anda mungkin menolong dokter dulu karena hutang budi, apalagi tenaga dokter amat diperlukan. Tapi bagaimana dengan idaman hati Anda? Bukankah ini kesempatan paling tepat untuk menunjukkannya?
Apa yang Anda pilih??

Ternyata dari 2000-an pelamar, hanya 1 orang yang diterima bekerja di perusahaan itu.
Orang tersebut hanya menulis singkat, "Saya akan memberikan kunci motor saya kepada sang dokter dan meminta dia membawa nenek sekarat itu untuk segera ditolong. Sedang saya sendiri akan tetap tinggal menemani sang idaman hati untuk menunggu Bis kembali menolong kami."

Hidup adalah sebuah anugerah dan berkah yang tak terhingga. Hidup adalah kesempatan untuk mengembangkan kasih dan kearifan.

Dalam hidup ini, terkadang kita perlu merelakan sesuatu yang kita miliki dan mengakui keterbatasan kita. Bisa menjalaninya dengan kasih dan kearifan, barulah benar-benar dapat memuliakan hidup kita. 

Tuhan memberkati
Always eager to achieve happiness in life together in peace


Hadi Poernomo

9/11, Bersyukurlah Untuk Hal-hal Kecil

Setelah peristiwa 11 Sept 2001, sebuah perusahaan mengundang karyawan-karyawan dari perusahaan-perusahaan yang selamat saat terjadi serangan ke WTC. Mereka diminta menceritakan pengalaman.

Pada pertemuan itu, mereka menuturkan kisah bagaimana mereka bisa selamat. Dan semua kisah itu hanyalah mengenai 'Hal-hal Kecil'. Misalnya:

1. Kepala kemanan perusahaan bisa selamat pada hari itu karena mengantar anaknya masuk TK di hari pertama.

2. Seorang karyawan selamat karena hari itu adalah gilirannya membawa kue untuk murid di kelas anaknya.

3. Seorang wanita selamat karena terlambat datang akibat alarm jamnya tidak berbunyi tepat waktu.

4. Seorang karyawan selamat karena terlambat akibat terjebak di NJ Turnpike saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

5. Karyawan lain selamat karena ketinggalan bus.

6. Ada juga karyawan lain yang selamat karena menumpahkan makanan di bajunya sehingga perlu waktu untuk berganti pakaian.

7. Seorang pria selamat karena mobilnya mogok.

8. Seorang pegawai tua selamat karena dia masuk lagi ke dalam rumah untuk menerima telpon yang berdering.

9. Seorang karyawan selamat karena mempunyai anak yang malas sehingga tidak bisa tepat waktu untuk berangkat bersama-sama.

10. Beberapa karyawan selamat karena tidak memperoleh taxi.

11. Sementara seorang manejer selamat karena memakai sepatu baru yang membuat kakinya lecet dan terpaksa berhenti di toko obat untuk membeli plester. Itulah yang menyebabkan dia bisa tetap hidup sampai hari ini.

Karena itu, jika Anda terjebak di tengah kemacetan lalu lintas, ketinggalan taksi, harus masuk lagi ke rumah untuk menjawab telpon, anak-anak lambat berpakaian, tidak bisa menemukan kunci mobil, selalu terhadang lampu merah dan semuanya terlihat sangat kacau, maka jangan buru-buru marah atau frustrasi karena "hal-hal kecil" itu.

Pahamilah bahwa Tuhan benar-benar ingin Anda berada di situ, pada saat itu...
So, sebenarnya Tuhan sedang bekerja untuk menjaga kehidupan Anda.

Salam Bingkai Kehidupan


Liman

Hadiah Jake

Ketika saya masih muda, saya bekerja di sebuah pabrik kecil. Disana saya pertama kali bertemu dengan Mike. Dia berbadan besar dan jenaka, selalu membuat lelucon dan tipuan. Mike seorang pemimpin. Lalu ada seorang pengikut bernama Pete. Dia selalu bersama dengan Mike. Dan ada seorang laki-laki bernama Jake.
 
Dia agak lebih tua dari kami-pendiam, tidak berbahaya, dan menyendiri. Dia selalu makan siang sendirian. Dia mengenakan celana celana bertambal yang sama selama tiga tahun. Dia tidak pernah ikut permainan yang kami mainkan di siang hari, gulat, sepatu kuda dan sejenisnya. Dia bersikap acuh tak acuh, selalu sendirian dibawah pohon. Jake menjadi sasaran lelucon. Dia sering menemukan katak hidup dikotak makan malamnya atau tikus mati di topinya.
 
Tetapi dia selalu menganggapnya itu lelucon yang bagus. Lalusuatu musim gugur, Mike cuti beberapa hari untuk pergi berburu. Tentu saja Pete ikut. Dan mereka berjanji pada kami semua jika mereka mendapatkan sesuatu mereka akan membawakan kami masing-masing satu bagian.
 
Maka kami sangat senang ketika kami mendengar mereka kembali dan Mike mendapatkan rusa yang sangat besar. Kami mendengar lebih dari itu. Pete tidak pernah bisa menyimpan rahasia dan dia mengatakan kami mempunyai tipuan yang sangat besar untuk Jake. Mike memotong binatang itu dan membungkusnya dengan rapi untuk kami, dan untuk bahan lelucon, dia menyimpan telinga, ekor, dan kukunya. Akan sangat lucu ketika Jake membukanya. Mike mebagikan bungkusannya siang hari. Masing-masing kami menerima bagian yang bagus, membukanya, dan berterima kasih padanya. Bungkusan terbesar disimpannya. Itu untuk Jake.

Pete tidak sabar dan Mike kelihatan sangat puas.

Seperti biasa, Jake duduk sendiri; dia berada diposisi yang jauh disebuah meja yang besar. Mike mendorong bungkusan itu sehingga dia dapat meraihnya, dan kami semua duduk dan menunggu. Jake tidak pernah berkata banyak. Anda mungkin tidak pernah tahu berapa kira-kira percakapan yang dibuatnya. Dalam tiga tahun, dia tidak pernah berkata seratus kata. Maka kami semua kaget dengan apa yang terjadi dengan selanjutnya.
 
Dia memegang bungkusan itu dengan erat dan bangkit dengan pelan. Dia tersenyum lebar pada Mike-dan kemudian kami memperhatikan matanya berkilau. Jakunnya naik turun sejenak dan kemudian dia dapat mengendalikan dirinya.
 
"Aku tahu kau tidak akan melupakan aku," dia berterima kasih.. "Aku tahu kau akan datang! Kau berbadan besar dan suka bercanda, tapi aku tahu kau memiliki hati yang baik." Dia menelan ludah lagi dan kemudian berkata pada kami. "Aku tahu aku tidak terlalu akrab dengan kalian, tapi aku tidak pernah bermaksud kasar. Kau tahu aku mempunyai sembilan anak dirumah dan seorang istri yang sakit-sudah empat tahun terbaring. Dia tidak membaik. Dan kadang kala ketika keadannya memburuk, aku harus merawatnya sepanjang malam. Sebagian besar gajiku untuk pergi ke dokter dan membeli obat. Anak-anak mengerjakan semua yang bisa mereka lakukan, tapi kadang kami tidak cukup makan. Mungkin kalian berpikir lucu ketika aku makan malam sendirian. Aku agak malu karena aku tidak selalu mempunyai sesuatu diantara roti isiku. Atau seperti hari ini mungkin hanya ada lobak kasar dikotaku. Tapi aku ingin kalian tahu kalau daging ini sangat berarti untukku. Mungkin lebih dari setiap orang di sini karena malam ini anak-anakku.." dia menyeka airmata dari matanya dengan punggung tangannya. "...malam ini anak-anakku akan mempunyai..."
 
Dia menarik ikatannya. Kami memandang Jake dengan sungguh-sungguh sehingga kami tidak memperhatikan Mike dan Pete. Tapi kami semua melihat mereka sekarang karena mereka merebut bungkusan itu. Tetapi mereka terlambat. Jake telah membuka bungkusnya dan sudah melihat hadiahnya. Dia memeriksa setiap kuku, setiap telinga, dan kemudian dia memegang ekornya yang bergoyang lemas. Seharusnya menjadi lelucon yang sangat lucu, tapi tidak ada yang tertawa sama sekali. Tetapi bagian tersulit adalah ketika Jake memandang dan berkata, "Terima kasih," dan mencoba tersenyum.
 
Dengan diam setiap orang maju membawa bungkusan mereka dan meletakkannya di depan Jake karena tiba-tiba mereka menyadari betapa hadiah kecil mereka mempunyai arti yang sangat besar bagi mereka ... sampai sekarang.

Kemudian mandor itu menyelesaikan ceritanya dan meninggalkan para perkerja.

Dia tidak perlu berkata apa lagi; tetapi sangat puas melihat setiap orang membagi makan siangnya dengan Jake dan salah satu teman bahkan melepaskan kemejanya dan memberikannya kepada Jake.
 

© Copyright Bersemangat Setiap Hari . All Rights Reserved.

Designed by TemplateWorld and sponsored by SmashingMagazine

Blogger Template created by Deluxe Templates